Tarif baru PLN -> PLNSUXTODEMAX

Kemarin saya pergi ke ATM Mandiri untuk membayar tagihan listrik. Begitu lihat angka yang tertera langsung kaget karena tagihannya 2x lipat dari yang sudah saya perkirakan berdasarkan hitungan meteran listrik yang saya catat. Sempat berpikir ini pasti salah hitung. Akhirnya saya telpon PLN untuk menanyakan masalah ini, ternyata tarif baru PLN sudah mulai berlaku, dan berlaku untuk pemakaian bulan April.

Tarif baru PLN menggunakan system insentif dan disinsentif untuk pengguna 5500 kva keatas.
System ini mirip dengan system pembatasan BBM bersubsidi yang tidak jadi diterapkan. Jadi pelanggan dijatah dengan jumlah tertentu pemakaian listrik yang bersubsidi dan kelebihan pemakaiannya akan dikenakan tarif disinsentif sebesar Rp. 1.380 / kwh.
Jatah pemakaian listrik bersubsidi adalah sebesar 80% dari rata2 pemakaian nasional di golongan tarif yang sama.

Berikut tabel golongan tarif dan batas maksimumnya

Untuk ilustrasi, saya menggunakan listrik dengan golongan tarif B2 23 kva, maka jatah listrik saya adalah 94 jam menyala. Tarif insentif untuk B2 adalah Rp. 520 / kva, dan tarif disinsentif Rp. 1.380

Jatah subsidi = 94 x 23 = 2162 kva
Pemakaian listrik bulan april = 7300 kva
Pembayaran untuk listrik insentif = 2162 x Rp. 520 = Rp. 1.124.240
Pembayaran untuk listrik disinsentif = (7300-2162) x Rp. 1.380 = Rp. 7.090.440
Biaya abonemen = 23 x Rp. 30.000 = Rp. 690.000
Total tagihan = Rp. 8.904.680

Bandingkan dengan tagihan dengan menggunakan system lama
Pembayaran listrik = (7300 x Rp. 520) + 690.000 = Rp. 4.486.000

Bisa dibilang secara diam2 tarif PLN naik sampai 2x lipat.

Entah apakah PLN sudah menghitung2 soal ini, atau kebijakan asal jeplak saja. Karena yang paling terkena imbas kenaikan model2 begini adalah bisnis atau produksi yang beroperasi lebih dari jam kantor standard.

PLN berkilah dengan segala macam trik untuk penghematan, ok lah berhemat, tapi yang namanya usaha 24 jam pasti akan jauh melebihi batas maksimum pemakaian.

Masih speechless ngeliat tagihan listrik, ntar lah di lanjut lagi

5 comments
  1. Bayu said:

    gila, pln bener-bener gilaaa……
    harusnya pln juga kena denda kalo pelayanannya jeblok. barang elektronik pada rusak karena voltase gak stabil. blm lagi pemadaman bergilir. PLN PAYAHH.

  2. Iwan Jaya said:

    Senasib, sama-sama kecewa sama PLN. Tapi saya jadi gila.

    Awalnya saya buka warnet di rumah dgn 15 pc. Dan memakai listrik golongan R2 – 4400. Biaya /KwHnya Rp.560,-. Tapi di waktu-waktu tertentu saat ramai dan aktifitas rumah tangga sibuk. Sering terjadi putus sekring. Jadi saya minta naik daya. Jadi R3 – 7700. Dengan pemakaian masih sama seperti sebelum2nya. Hanya menghindari putus sekring. Shock saya melihat tagihan listrik saat biaya /KwH Rp.1380,-

    Saya orang awam, dan yg mengurus penambahan daya juga kakak saya yang awalnya saya kira lebih paham. Ternyata, hanya untuk tidak putus sekring biaya melonjak 2x lipat lebih. Dan anehnya lagi, saat mau minta penurunan daya kembali ke semula lagi aja (lebih rela putus sekring sesekali aja gue). Eh, ternyata dikatakan tarif / KwHnya cuma beda sedikit dari Rp. 1380 itu.

    Bangkrut deh

  3. IIP said:

    kalau soal bangkrut2, temen saya yg kerja di rumah sakit tidak terlalu besar tagihan listrik dari 40-50 jt jadi 120jt … yg ujung2nya naikin harga, jadi berbagi dalam kebangkrutan :))

  4. fantasy05 said:

    wah kalo gitu caranya sama aja balik ke jaman penjajahan dulu….. cuma bedanya kalo dulu dicekik belanda sekarang dicekik pemerintah….. hehehe…..

  5. Annisa546 said:

    boooo’ ekeh juga sempet narikdan tahan napas, masa iya listrik sekarang mahal banget diatas 1jt tiap bulannya padahal dulu max cuma 600-700rebu :(((( *nangis meraung2 sabil garuk2 tembok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: